Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah. Show all posts

Thursday, 1 December 2011

Kumpulan dan Koleksi Materi Kultum Populer

Kumpulan dan Koleksi Materi Kultum bagi sebagaian orang yang ditunjuk menjadi petugas sangat dibutuhkan. Dibutuhkan karena, tidak semua orang pula siap dengan materi dan bahan kultum. Persoalan materi dan bahan kultum adalah terasa sangat memberatkan, karena harus dicari di mana. Hal ini disebabkan sedikitnya orang yang mempunyai kebiasaan membaca buku-buku Agama untuk menambah wawasan keagamaannya. Hal ini masih ditambah dengan, menjadi petugas kultum lebih bersifat insidental. Misalnya setahun sekali saat bulan Ramadhan.

Apa yang tersaji dalam keseluruhan blog ini dapat dimanfaatkan sebagai koleksi materi kultum, materi kultum terbaru, materi kultum ramadhan, materi kultum populer, kultum puasa, kuliah tujuh menit, kuliah 7 menit, tema kultum, kultum menarik, materi kultum singkat, ceramah ringan, ceramah agama, materi khutbah jum at, khutbah idul fitri,idul adha, kuliah subuh, kultum subuh, khutbah jumat setahun, ceramah tentang akhlak, ibadah, aqidah, kultum untuk pemula, materi kultum terbaik, ebook islami gratis, free ebook islami, islamic ebook, free islamic ebook, download materi kultum.

Materi Dakwah Islam dan Kultum berusaha membantu menyediakan materi dan bahan kultum populer, terbaru, up to date, anyar, menarik, sederhana, ringan, dan bagus. Tema dan topik yang diangkatpun sangat sederhana dan terkait dengan persoalan keseharian. Siapapun bisa memanfaatkannya bila sewaktu-waktu ditunjuk menjadi petugas kultum. Dan tentu saja bisa didownload atau disebarluaskan. Ditambah lagi, pada bulan Ramadhan, dapat dijadikan bahan dan materi ceramah Ramadhan.

Di samping sebagai materi dan bahan kultum, materi dan tema yang tersaji dalam blog Materi Dakwah Islam dan Kultum bisa digunakan juga sebagai materi khutbah jum’at (jumat), materi pengajian, materi khutbah idul fitri dan khutbah idul adha.

Dan  memang. yang saya tulis ini sebagian merupaan ringkasan ceramah, pidato, khutbah dan aktifitas dakwah di berbagai kesempatan. Sedangkan tulisan yang lain merupakan buah dari renungan, nukilan dan penyebarluasan sesuatu yang saya anggap penting.

Harapan saya adalah materi-materi yang tersaji dalam dalam blog ini dapat menjadi sebagai bahan materi kultum ramadhan, materi kultum subuh, kumpulan materi kultum, materi kultum terbaik, materi kultum terbaru, dan materi kultum singkat. Dapat juga digunakan sebagai khutbah jum at, "khutbah jum at", khutbah jum at, khutbah jum'at, khutbah jumat, ceramah ramadhan, materi ceramah ramadhan, kumpulan ceramah ramadhan, ceramah tentang ramadhan.

dan sebagai tambahan informasi, di sini juga banyak koleksi ebook islami, ebook islam, islamic ebook, islamic book, book of islam, islami book, ebook islami gratis, ebooks free, ebooks download, ebook download free, ebooks download sites, free ebook islami, e-book islami.

Semoga informasi yang tersaji bermanfaat.

Saturday, 26 November 2011

Materi Dasar Latihan Pidato

Materi latihan berpidato sesungguhnya memperkenalkan kepada peserta akan definisi atau pengertian berpidato, teori berpidato, cara atau teknik berpidato, cara mendapatkan materi pidato, teknik mengolah informasi menjadi materi pidato, teknik menguasi audien atau pendengar dan juga persiapan berpidato.

Namun dalam materi dasar latihan pidato ini tidak semuanya akan disampaikan. Hanya hal-hal tertentu saja yang sifatnya dasar dan perkenalan akan pidato. Secara ringkas, dalam materi dasar latihan pidato yang diberikan kepada anak SMA di Purbalingga ini meliputi : persiapan, yaitu hal-hal apa yang harus dipersiapkan sebelum memulai berpidato. Selanjutnya dikenalkan dengan saat berlangsungnya pidato. Apa saja yang termasuk di dalamnya disampaikan. Kemudian yang terakhir adalah disampaikan akan pentingnya evaluasi setelah berpidato.

Selain hal-hal di atas, materi yang lain tidak disampaikan dalam kesempatan ini. Mungkin bila ada latihan pidato lanjutan.

Berpidato perlu dilatih. Dan latihannya sejak dini. Semakin intens berlatih berpidato maka semakin mahir pula dia menyampaikan materi kepada pendengar. Dengan tekun berlatih maka akan dikuasai teknik dan cara berpidato yang baik. Dengan demikian, kelak dikemudian hari akan menjadi orator ulung. Sehingga ditangannya, sesuatu yang sederhana menjadi sangat menarik untuk didengarkan dalam ceramahnya.

Berpidato, sebagaimana berbicara ada seninya. Dengan seni maka berpidato jadi indah dan menarik. Bila menarik maka para pendengar atau audien akan betah untuk mendengarkan isi ceramah yang disampaikan oleh muballighnya. Sebaliknya, bila tidak ada seninya tentu materi yang sangat baik menjadi tidak menarik.

Berikut ini adalah materi dasar latihan pidato yang saya sampaikan saat ada latihan dasar pidato tingkat SMA di kabupaten Purbalingga.

1. Persiapan
    1.1. Fisik (Sehat, Bersih, Makan, Minum, dll.)
    1.2. Mental (Tenang, Khusyu’, Tawakkal, dll)
    1.3. Pakaian (Rapi, Bersih, Indah, dll)
    1.4. Transportasi (Cek Keadaan Kendaraan, dll)
    1.5. Materi
           1.5.1. Memahami Thema
           1.5.2. Menelusuri dalil
           1.5.3. Mencari bahan bacaan
           1.5.4. Mencari informasi ttg hal-hal yang belum tahu

2. Pelaksanaan
    2.1. Pendahuluan
           2.1.1. Salam pembuka
           2.1.2. Puji-pujian kepada Allah
           2.1.3. Penghormatan kepada hadirin
           2.1.4. Ta’aruf (bila perlu)
    
     2.2. Inti
            2.2.1. Mimik
            2.2.2. Artikulasi
            2.2.3. Body Movement
            2.2.4. Diksi
            2.2.5. Intermezo (selingan)
            2.2.6. Komunikatif
            2.2.7. Memahami audien
            2.2.8. Dll
    
     2.3. Penutup
             2.3.1. Mengakui kekurangan, permohonan maaf, memuji Allah dan salam penutup

3. Evaluasi
    3.1. Melakukan evaluasi terhadap quality pidato : merekam, bertanya ataupun mendengar


 Refleksi

Pidato merupakan salah satu cara kita berdakwah. Berdakwah adalah hukumnya wajib. Artinya mengajak kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kumungkaran adalah tugas individu yang harus dikerjakan. Kita bisa memilih dengan metode apa kita berdakwah. Bila kita ingin berdakwah dengan cara ceramah (berpidato) maka kita harus melatih diri berbicara dan bertutur persuasif dengan baik. Muballigh seperti KH Zaenuddin MZ (almarhum) dan atau yang lain menjadi sedemikian hebatnya berpidato tidaklah mendadak bisa, tetapi benar-benar buah dari latihan yang serius.

Dasar atau DalilDakwah

QS. Ali Imran : 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS. Ali Imran : 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ......(الاية

Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….”

QS. An-Nahl : 125

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Friday, 21 October 2011

Empat Tujuan Dakwah

Empat Tujuan Dakwah. Berapa banyak dalam sehari kita mendengarkan pengajian, baik melaui media tv, radio ataupun pengajian langsung di masjid atau mushalla dekat rumah. Berapa banyak pula kita mendapat nasehat secara individu dari orang dekat kita dalam sehari, seminggu atau sebulan? Tentu jumlahnya tak terhitung, berapa banyak yang telah kita terima. Apalagi kalau menghitungnya sepanjang umur kita… wah bias sangat banyak itu. Bahkan untuk sekarang ini, nasehat kebaikan bias kita dapatan dengan mudah. Misalnya melalui media online internet atau SMS dakwah.

Apa yang terjadi dengan diri kita setelah mendapat segitu banyaknya nasehat dan materi pengajian? Adakah perubahan sebagai efek dari itu semua ataukah tak terjadi perubahan sama sekali, layaknya kita tak pernah mendengar apa-apa? Apakah kita termasuk orang yang bergetar hatinya saat disebut kalimat Allah dan bertambah iman saat dibacakan ayat-ayat Allah? Atau sebaliknya hati kita sekeras batu atau bahkan lebih keras lagi sehingga tak berpengaruh apa-apa setiap nasehat yang diberikan kepada kita.

Sebagaimana firman Allah :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (QS. Al-Anfal : 2)

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ المَاءُ...


“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan dan dia antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya...” (QS. Al-Baqarah : 74)

Saya mencatat, paling tidak ada empat tujuan ditujukan kepada kita setiap kali ada nasehat. Empat tujuan itu kemudian dirangkai dalam satu keyword atau kata kunci yaitu perubahan. Hal ini berarti, tiap kali kita mengikuti pengajian melalui media apapun atau ketika mendapat nsehat maka harus ada perubahan pada diri kita.

Perubahan pertama adalah ketidaktahuan menjadi tahu (تحويل الجهالة الى المعرفة). Maksudnya adalah, setelah kita mengikuti pengajian maka perubahan minimal yang seharusnya terjadi adalah kita lebih tahu dari sebelumnya. Misalnya, sebelumnya kita belum tahu tentang shalat yang sebenarnya maka setelah mengikuti pengajian ilmu kita tentang shalat menjadi lebih banyak dan bertambah. Akan tetapi perubahan sekedar pengetahuan belumlah cukup. Harus ada perubahan selanjutnya.

Perubahan kedua adalah perubahan pengetahuan menjadi keyakinan ideologi yang kuat (تحويل المعرفة الى الفكرة). Apa yang kita terima tentu tidaklah cukup bila hanya menjadi sebuah pengetahuan. Hal ini harus kita tingkatkan sehingga menjadi sebuah keyakinan kebenaran yang kuat. Keyakinan yang kuat akan mendasari segala langkah kita untuk berbuat kebaikan. Dan tentu saja hal ini akan  memperingan langkah kita untuk melakukan amal shaleh. Tetapi apakah sudah cukup ketika hanya memiliki keyakinan yang kuat? Tentu saja belum!!!

Perubahan ketiga adalah mengimplementasikan keyakinan yang kuat dalam tindakan nyata (تحويل الفكرة الى الحركة). Kebenaran yang kita yakini harus dibuktikan dengan amaliyah nyata. Misalnya adalah saat kita mengikuti pengajian mendapatkan materi infaq dan shadaqah serta zakat. Tentu saja hal ini tidak sekedar kita yakini sebagai kebenaran tetapi harus dilaksanakan. Dengan mengamalkan ajaran ini berarti kita memiliki tanggung jawab sosial. Dan berarti pula kita telah membuktkan diri sebagai orang bertakwa. Karena orang bertakwa disamping dia mendirikan shalat juga harus menunaikan zakat. Tidak saja dia beribadah secara individu tetapi juga ibadah sosial.

Perubahan keempat adalah menjadikan setiap amaliyah nyata kita bertujuan hanya mencari ridha Allah (تحويل الحركة الى الغاية). Amaliyah nyata kita harus bertujuan hanya satu, yaitu mencari ridha Allah dan tidak lebih. Dengan hanya mencari ridha Allah berarti kita telah ikhlas. Kebaikan kita benar-benar didasarkan kepada kepentingan ta’abbud kepada Allah dan bukan yang lain. Kebaikan yang kita lakukan bebas dari riya dan sum’ah. Sama sekali tak pernah berharap akan dunia apalagi berharap akan datangnya pujian manusia.

Semoga bermanfaat!

Thursday, 20 October 2011

Dakwah Dalam Kontek Indonesia

Dakwah dalam kontek Indonesia, apa maksudnya? Bukankah mengenai dakwah semuanya sudah jelas? Pertanyaan tersebut muncul dari salah seorang peserta pengajian rutin yang ada di kampung saya ketika saya menyampaikan tema yang sama dalam forum pengajian tersebut.

Pertanyaan tersebut memang pantas dimunculkan karena memang konsep dakwah selama ini adalah mengajak untuk memeluk Agama Islam dan amar ma’ruf nahi munkar tanpa dibatasi kewilayahan negara.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak kepada semuanya untuk memahami Firman Allah dalam QS. As-Syura : 13. Dalam ayat tersebut secara jelas dan gambling diperintahkan untuk menegakkan Agama.



شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَاۤ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۤ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسٰى وَعِيسٰىصلى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلاَ تَتَفَرَّقُوْا فِيهِج كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِج اللهُ يَجْتَبِيۤ إِلَيْهِ مَنْ يَشَاۤءُ وَيَهْدِيۤ إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS. As-Syura : 13)

Perintah menegakkan Agama tentu saja tidak sekedar mengajak untuk memeluk Agama dan atau menegakkan Agama sekaligus mengahncurkan agama lain. Akan tetapi bagimana kebaikan dan kebenaran (ajaran) Agama bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak hal yang merupakan ajaran Agama yang harus kita tegakkan dalam arti kita laksanakan bila itu merupakan perintah dan kita jauhi bila merupakan larangan.

Korupsi merupakan salah satu bagian kehidupan yang mendapat larangan dari Agama. Oleh karenanya harus ditinggakan dan dijauhi dan sekaligus diberantas hingga ke akar-akarnya. Jangan pernah memberikan kesempatan dan peluang untuk subur berkembangnya korupsi.

Indonesia, saat ini merupakan bagian dari negara terkorup di dunia. Semua bidang kehidupan, baik yang kecil, sedang maupun yang besar tidak lepas dari persoalan korupsi. Ekonomi Negara dan rakyat disikat habis oleh para koruptor ini. Dari pusat hingga di desa terpencil, korupsi sdah menjadi budaya dan tradisi.

Dakwah dalam kontek Indonesia, maksudnya adalah dakwah memerangi korupsi. Dalam kontek inilah, dakwah harus dilaksanakan dan ditegakkan. Dan tentu saja memberantas korupsi (di Indonesia) adalah bagian dari menegakkan Agama sebagaimana yang dimaksud dalam QS. As-Syura : 13 tersebut.

Ibarat menghadapi musuh yang sangat kuat dalam pertempuran, segalanya harus digunakan untuk menghadapi korupsi. Persiapan, strategi, taktik dan sumberdaya harus benar-benar dibuat untuk menggetarkan musuh (koruptor). Membuat musuh (koruptor) bergetar takut adalah sesuai dengan firman Allah dalam QS.Al-Anfal : 60. Jangan malah sebaliknya, para koruptor seperti diberi angin kebebasan untuk melakukan aksinya. Coba kalau kita saksikan, betapa KPK sebagai perangkat korupsi diserang habis-habisan, tidak saja oleh para koruptor tersebut tetapi juga oleh para politisi di Senayan lewat kometar dan bicaranya.



وَأَعِدُّوْا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللهُ يَعْلَمُهُمْج وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al-Anfal : 60)

Mari kita menjadi da’i atau juru dakwah. Yaitu da’i yang selalu memberantas korupsi dan aksi tipu-tipu. Kita semua berkewajiban untuk menjalankan misi suci ini. Kita adalah orang-orang terbaik dan terpilih. Menjalankan tugas suci ini adalah sebuah keniscayaan. (QS. Ali Imron : 104)



وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِج وَأُولٰـۤـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar;  merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran : 104)
Dan bagi yang mempunyai kekuasaan, gunakan kekuasaan untuk memberantas kemungkaran (korupsi). Jangan malah sebaliknya, memanfaatkan kekuasaan untuk bertindak korup. Memberantas korupsi harus dengan tindakan nyata, bukan dengan kata-kata apalagi hanya dengan ide dan gagasan.



عَنْ أَبىِ سَعِيدِ الْخُذْرِي قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَالِكَ أَضْعَفُ اْلإِيمَانِ

Dari Abu Sa’id al-Khudhri ra. Dia berkata : aku mendengar bahwa Rasulullah saw berabda, “barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah dia mengubah dengan tangannya; jika belum sanggup maka dengan lisannya; dan jika masih belum sanggup maka dengan hatinya. Namun yang demikian itu adalah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)

Semoga bermanfaat