Showing posts with label Tips Islami. Show all posts
Showing posts with label Tips Islami. Show all posts

Monday, 23 January 2012

Tips Islami Menghadapi Ujian Nasional (UN)

Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SLTA hingga sekolah dasar dilaksanakan antara bulan April hingga Mei 2012. Terkait dengan hal itu, blog kesayangan kita semua, yaitu Materi Dakwah Islam dan Kultum memberikan Tips Islami dalam menghadapinya. Tips ini diberikan dalam rangka upaya agar para peserta didik di semua jenjang pendidikan yang mengikuti UN berhasil dan sukses.

Saya yakin, siapapun telah melakukan persiapan dan melakukan langkah-langkah cerdas yang diperlukan sejak dini demi keberhasilan. Tips islami yang saya berikan ini juga bertujuan sama, yaitu demi sukses Ujian Nasional (UN)--walaupun sukses pendidikan tidak hanya diukur dari tingkat peresentase kelulusan UN. Pihak madrasah ataupun sekolah dan juga para peserta didik telah berupaya sungguh-sungguh demi tujuan dan target yang ingin dicapai.

Tips islami yang disajikan Materi Dakwah Islam dan Kultum ini semoga bermanfaat dan dapat menjadi bagian dari kiat sukses dan persiapan menghadapi Ujian Nasional yang pada gilirannya menjadi bagian dari keberhasil siswa secara keseluruhan. 

Persiapan termasuk satu hal penting diantara hal lainnya dalam upaya meraih keberhasilan, apalagi waktu menuju saat UN tidaklah jauh lagi. Kesuksesan selalu diawali dengan kerja keras (cerdas) dan persiapan yang matang. Dalam sebuah kitab yang berjudul mausu’aturradd ‘alal madzaahibil fikriyah al-mu’ashirah karya Ali Bin Naif as-Syahudi dikatakan :


فَمَنْ كَانَ لَدَيْهِ الْقُدْرَةِ وَالْاِسْتِعْدَادِ لِلْعَمَلِ سَوْفَ يَنْجَحْ

“barangsiapa yang mempunyai kemampuan dan persiapan matang untuk melakukan sesuatu, maka dia akan berhasil”

Saya mengawali tips islami ini dengan sebuah pertanyaan : “siapa yang paling berjasa dalam hidup Anda?” mungkin sebagian ada yang bertanya, apa hubungannya pertanyaan tersebut dengan tips menghadapi UN. Jawabannya adalah sangat dekat. Hal ini disebabkan, jawaban yang muncul dari pertanyaan tersebut akan menentukan langkah apa yang harus dilakukan demi sukses UN tersebut.

Tanpa bermaksud menafikan peran dan jasa pihak yang lain dalam kesuksesan, menurut saya, yang paling berjasa dan berperan dalam kehidupan setiap peserta didik adalah Allah, orang tua dan guru.

Allah adalah Dzat tempat berharap, Dzat tempat memohon, Dzat yang mengatur kehidupan manusia, Dzat yang memberi keberhasilan dan kegagalan, dan Dzat yang mampu merubah nasib manusia. Adapun orang tua merupakan orang yang berjasa besar dalam proses kehidupan kita, sejak dalam kandungan hingga dewasa. Keberadaan mereka sangat tinggi dan mulia dalam pandangan Allah. Karena mempunyai kedudukan yang tinggi tersebut, Allah memerintahkan setiap anak untuk berterima kasih kepada mereka pada urutan kedua setelah Allah. Dan juga keridho-an ataupun kemurkaan Allah kepada setiap anak manusia sangat ditentukan oleh keridho-an dan kemurkaan kedua orang tua.

Sedangkan guru adalah orang yang dengan sabar, telaten, gemati, dan penuh tanggung jawab mendidik dan mentransfer ilmunya kepada kita dalam proses pendidikan yang kita lakukan. Mereka, para guru, mendedikasikan segalanya demi keberhasilan pendidikan dan juga keberhasilan para siswa yang dibimbingnya.

Tips Islami Menghadapi Ujian Nasional


Setelah mengetahui pihak yang paling berjasa dan berperan dalam sukses kita, sekarang marilah kita berbicara tentang tips islami dalam meraih keberhasilan UN. Agar setiap peserta didik sukses dalam UN-nya, maka satu hal yang harus dilakukan adalah : perlakukan mereka yang berperan dan berjasa dalam kehidupan dengan semestinya! Tips islami yang saya maksud dalam menghadapi UN adalah bagaimana kita memperlakukan pihak-pihak yang berjasa dan berperan dalam kehidupan kita sebagaimana seharusnya.

Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada Allah para siswa harus :
  1. Menghamba kepada-Nya dengan beribadah secara sungguh-sungguh : memperbanyak shalat sunnah, puasa sunnah, dsb
  2. Memuji-Nya dengan ikhlas
  3. Memohon kepada-Nya dengan khusu’ dan penuh harap
  4. Mencari ridho Allah dengan banyak berbuat kebaikan di dunia, termasuk banyak bersodaqah
  5. Bertawakkal kepada-Nya setelah berusaha dengan sungguh-sungguh.

Catatan : dalam berdoa pergunakan waktu-waktu yang baik, misalnya adalah saat selesai shalat dan pada sepertiga malam yang terakhir sehabis menjalankan shalat tahajud. Sepertiga malam yang terakhir (antara jam 02.00 hingga menjelang subuh) adalah waktu yang paling baik untuk berdoa.

Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada orang tua siswa harus : mencari ridho mereka. Artinya, kita tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan orang tua marah, murka dan mengata-ngatai (mengutuk) kita dengan kata-kata yang buruk. Ingat kata-kata yang terucap dari mulut kedua orang tua kita (terlebih ibu) kepada kita dianggap oleh Allah sebagai sebuah permintaan dan sangat mudah untuk dikabulkan oleh Allah. Maka kita harus selalu melakukan hal-hal positif yang dapat menyebabkan orang tua bangga, bahagia dan ridho kepada kita.

Ridho orang tua dapat diperoleh dengan :

  1. Berbuat baik kepada keduanya (birrul walidain)
  2. Menghindari kedurhakaan kepada keduanya
  3. Mentaati perintahnya
  4. Segera mohon maaf atas kesalahan kita
  5. Mohon dido’akan

Catatan : kata-kata orang tua (khususnya ibu) untuk anak-anaknya dianggap oleh Allah sebagai doa dan sangat makbul (mudah dikabulkan oleh Allah).

رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

“Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orang tua” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr)

Agar berhasil dalam Ujian Nasional (UN), kepada guru siswa harus :
  1. Menghormati dan menghargainya
  2. Mentaati perintahnya
  3. Mengerjakan tugas yang diberikan
  4. Menjadikannya sebagai guru, di dalam maupun di luar madrasah
  5. Segera meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat

Peran diri sendiri

Siswa juga memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan UN. Hal-hal yang dirasa perlu untuk dikerjakan demi sukses dalam ujian nasional (UN) adalah antara lain :
  1. Kerja keras
  2. Sungguh-sungguh
  3. Pantang menyerah
  4. Menentukan target
  5. Tidak mudah mengeluh
  6. Menghindari kemalasan
  7. Berdo’a

Dalam sebuah pepatah berbahasa Arab dikatakan :

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

“siapa yang giat, sungguh-sungguh (kerja keras dan cerdas) dia yang dapat”

Demikian tips islami dalam rangka sukses Ujian Nasional (UN) dari Materi Dakwah Islam dan Kultum.

Semoga bermanfaat.

Sunday, 22 January 2012

7 Langkah Mencari Pahala Melalui Internet

Mencari pahala dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan cara tersebut terkadang tidak terpikirkan oleh kita. Karena cara tersebut tampak sederhana dan sepertinya tidak mungkin ada pahalanya. Materi Dakwah Islam dan Kultum kali ini ingin menunjukkan kepada pembaca setianya 7 (tujuh) cara, jalan dan langkah-langkah mendapatkan pahala melalui media internet.

Media internet sesungguhnya dapat kita jadikan sebagai jalan dan cara untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Mungkin diantara pembaca ada yang bertanya, apa mungkin dengan internet kita dapat memperoleh pahala dari Tuhan? Jawabannya adalah sangat mungkin.

Kita harus mengakui bahwa dalam media internet banyak kemaksiatan atau hal-hal yang dapat mengantarkan kita pada hal-hal negatif yang dapat mengarah kepada sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah. Tetapi kita juga harus ingat bahwa di dalam media internet terdapat juga banyak kebaikan, yang kebaikan itu tentu saja dicintai oleh Allah. Nah, kita akan memanfaatkan sisi kebaikan internet tersebut untuk mendapatkan pahala.

Prinsipnya adalah, kita berusaha memperoleh pahala dengan memfaatkan media apapun meski tampa tidak lazim. Orang-orang “kreatif” akan sangat bisa memanfaatkan hal apapun untuk beribadah kepada Allah. Ingat, ibadah tidak hanya shalat, puasa, zakat, haji dan ritual peribadatan yang lain. Tetapi ibadah dapat berupa apa saja yang baik asalkan dikerjakan dengan mengharap ridho Allah (ikhlash) dan dilakukan dengan cara-cara yang baik pula.

Berikut ini adalah 7 cara, jalan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperoleh atau mendapatkan pahala dari Allah melalui media internet versi Materi Dakwah Islam dan Kultum :

  1. Tentukan niat : dalam setiap kebaikan yang kita lakukan niat menempati posisi dan peran yang sangat penting. Ia merupakan langkah pertama dalam segala kebaikan yang kita lakukan. Niat juga sangat menentukan kualitas dari kebaikan yang kita lakukan. Kebaikan yang kita lakukan menjadi kehilangan nilai juga dapat dikarenakan niat kita yang salah.
    Nabi bersabda sebagaimana dalam sebuah hadits dari Umar dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

    اِنَّمَا الْاَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ وَاِنَّمَا لِكُلِّ امْرِءٍ مَانَوَى

    “sesungguhnya semua amal tergantung hanya kepada niatnya. Dan bagi setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya”.

    Niat yang harus ada dalam hati kita saat akan berinternet adalah niat mencari kebaikan. Artinya kita berniat memanfaatkan internet untuk sesuatu yang positif dan bukan sebaliknya
  2. memanfaatkan situs dan blog dakwah untuk menggali dan memperlajari khasanah Islam. Sehingga dengan melakukan hal ini semakin tebal keimanan kita kepada Allah. Misal blog yang dapat kita jadikan tempat menggali khasanah Islam adalah Materi Dakwah Islam dan Kultum ini. Memanfaatkannya untuk mendalami tata cara ibadah sesuai dengan sunnah Rasul, dan sebagainya
  3. menyebarluaskan situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya
  4. membuka situs/blog tentang Al-Qur’an atau hadits dan kita memanfaatkannya untuk mengaji Al-Qur’an dan juga Hadits di tengah-tengah aktivitas berinternet
  5. memberikan nasehat, saran dan kritik kepada situs/blog yang tidak mendidik dan menyebarkan keburukan. Cara yang bisa kita lakukan misalnya dengan mengirimkan email nasehat kepada pemilik situs/blog atau bisa juga dengan ikut memberikan kementar pada tempat yang tersedia, dan komentar tersebut berupa nasehat. Hal ini dilakukan dalam kontek saling mengingatkan sebagaimana yang tercatum dalam QS. Al-‘Ashr
  6. memanfaatkan media jejaring sosial untuk membangun silaturrahmi dengan sahabat, saudara dan siapa saja yang belum memungkinkan untuk dilakukan secara langsung (offline). Karena sillaturhami dengan sahabat dan saudara yang jauh membutuhkan banyak hal, misalnya waktu dan biaya. Dengan media jejaring sosial kita tidak harus menunggu lebaran sekedar untuk bersilaturrahmi
  7. menghindari situs/blog yang tidak memberikan manfaat dan terlebih situs/blog yang menyebarkan hal-hal buruk seperti pornografi, pendangkalan dan pelemahan iman, hedonistic, atau juga pembengkokan aqidah dan sebagainya. Sekaligus pula berkampanye kepada orang lain untuk tidak mengaksesnya.

Demikian cara, jalan dan langkah untuk mendapatkan pahala dengan memanfaatkan media internet.

Semoga bermanfaat.

Monday, 16 January 2012

Musuh Jadi Teman

Musuh berubah menjadi teman adalah tema posting materi dakwah Islam dan kultum sekarang. Menurut materi dakwah Islam dan kultum tema ini sangat menarik di tengah mudahnya bangsa kita berpecah belah. Faktanya adalah sebagian masyarakat kita mudah terpancing emosi dan tersulut hawa kemarahannya. Hanya karena persoalan sepele kemudian berkembang menjadi

Bangsa yang ramah, murah senyum serta suka gotong royong dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan mestinya dalam menyelesaikan persengketaan lebih mengedepankan musyawarah dan menggunakan hati serta kepala dingin daripada penggunaan kekerasan

persoalan besar dan berujung pada tawuran dan tidak sedikit yang berubah menjadi pertumpahan darah yang berujung pada kematian.

Hal seperti ini sering terjadi. Peristiwa yang terakhir adalah bagaimana sebuah pertandingan sepak bola antara saudara se daerah, yaitu PSIS Semarang dan PSIR rembang berubah menjadi tawuran antar supporter yang menyebabkan satu nyawa melayang. Sungguh ironis, bangsa Indonesia yang mengklaim sebagai bangsa ramah dan murah senyum serta suka gotong royong dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan tetapi dalam faktanya adalah suka bertengkar dan bermusuhan walau dengan saudara sendiri. Sungguh aneh negeri ini.

Bangsa yang ramah, murah senyum serta suka gotong royong dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan mestinya dalam menyelesaikan persengketaan lebih mengedepankan musyawarah dan menggunakan hati serta kepala dingin daripada penggunaan kekerasan.

Dalam pergaulan, prinsipnya adalah kita tidak boleh melampaui batas. Prinsip ini berlaku dalam semuanya, baik ketika kita dalam keadaan senang maupun dalam keadaan marah kepada orang lain. Kenapa tidak boleh berlenihan atau melampaui batas? Manusia adalah makhluk yang mudah berubah, termasuk pendirian dalam pergaulan. Seseorang yang semula sangat dekat sangat mungkin akan berjauhan suatu saat nanti. Demikian pula sebaliknya, seseorang yang semula marah dan tidak senang kepada orang lain sangat mungkin suatu hari nanti dia menjadi dekat dengan orang yang dibenci tersebut.

Rasulullah bersabda :

اَحْبِبْ حَبِيْبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى اَنْ يَكُوْنَ بَغِيْضَكَ َيوْمًا مَا وَابْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى اَنْ يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمًا مَا

“senangilah orang yang kamu senangi tetapi wajar-wajar saja karena suatu hari nanti orang yang kamu senangi akan menjadi yang sangat kamu benci. Bencilah orang yang kamu tidak sukai tetapi wajar-wajar saja karena suatu hari nanti orang yang kamu benci menjadi yang kamu cintai”

Untuk menggambarkan peristiwa sebagaimana dalam Hadits di atas adalah peristiwa bertemannya Neil Wilkinson dan Mariano Velasco. Mereka sebelumnya adalah musuh dalam peperangan Malvinas atau perang Falkland, 30 tahun silam. Kini mereka bersahabat dan saling mengunjungi.

Peristiwa tersebut diberitakan oleh koran Suara Merdeka yang terbit Selasa, 17 Januari 2012. Berita tersebut secara utuh berbunyi :

SEORANG pilot veteran Inggris, Neil Wilkinson (kiri), bertemu dengan pilot Argentina yang dikira telah tewas setelah pesawatnya dia tembak jatuh pada Perang Falkland atau Malvinas, 30 tahun silam. Dia diterima dengan tangan terbuka oleh Mariano Velasco, bekas musuhnya itu, di rumah Velasco di Argentina, Senin kemarin. Rasa bersalah yang mengganggu pikiran Wilkinson pun langsung sima, setelah did menda-pati musuhnya itu masih hidup. Mereka saling memaafkan dan kini menjadi teman.

Sungguh luar biasa, permusuhan berubah menjadi persahabatan. Apakah kita yang telah bersahabat, bersatu dan berpadu dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia akan kembali bercerai berai hanya karena persoalan sepele? Bukankah lebih baik kita bersatu untuk memajukan bangsa dan negara ini sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain. Mari waktu dan energi yang kita miliki, kita sumbangkan untuk pembangunan bangsa dan negara INDONESIA yang tercinta ini.

Semoga bermanfaat.

Sunday, 8 January 2012

Keajaiban, Rahasia dan Manfaat Senyuman

wajah dengan senyum
The miracle of smile yang kalau di Indonesia-kan menjadi keajaiban senyuman menjadi posting Materi Dakwah Islam dan Kultum kali ini. Kenapa tema ini diangkat, karena di dalam sebuah senyuman terdapat keajaiban dan rahasia yang luar biasa serta manfaat yang besar bagi siapa saja.

Ya, di saat kita tersenyum ada manfaat dan keajaiban yang kita ciptakan. Senyuman yang kita sunggingkan mengandung rahasia yang dalam. Rahasia dalam pengertian yang postif tentu saja. Yaitu rahasia yang berarti pada hikmah di balik sebuah senyuman.

Demikian besar dan luar biasanya manfaat dan keajaiban wajah kita yang menyunggingkan sebuah senyuman maka Agama Islam mencantumkannya dalam salah satu ajarannya. Rahasia di balik di ajaran tentang senyum ini perlu diketahui oleh pembaca setia Materi Dakwah Islam dan Kultum.

Senyum didefinisikan sebagai gerak taw ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit. Senyum tentu saja berbeda dengan tertawa. Karena tertawa mengeluarkan suara dan lebih ekspreif dalam pergerakan otot wajah.

Ajaran Islam tentang tersenyum


Islam menjadikan senyuman bagian

di saat kita tersenyum ada manfaat dan keajaiban yang kita ciptakan. Demikian besar dan luar biasanya manfaat dan keajaiban wajah kita yang menyunggingkan sebuah senyuman maka Agama Islam mencantumkannya dalam salah satu ajarannya

dari ajarannya. Dalam berbicara, umat Islam juga sangat dianjurkan untu tersenyum. Hal ini antara lain disebabkan bahwa senyuman tidak saja akan menambah kita semakin manis dan enak dipandang, tetapi juga akan sangat berpengaruh terhadap kualitas bicara kita. Dengan senyuman pula berarti ada rasa hormat terhadap lawan bicara.

Rasulullah SAW juga selalu menghiasi bicaranya dengan senyuman di bibir. Bahkan Dia tidak bicara sepatah katapun selain dengan dihiasi senyuman. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis riwayat Ahmad sebagai berikut :


عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلاَّ تَبَسَّمَ فِيهِ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَخْشَى أَنْ يُحَمِّقَكَ النَّاسُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ  رواه احمد

Abu Darda’ tidak berbicara tentang sesuatu kecuali sambil tyersenyum. Ummi Darda’ berkata kepadanya : “sungguh aku khawatir bila orang lain menganggapmu pandir”. Maka dia berkata : “Adalah Rasulullah tidak berbicara tentang sesuatu kecuali sambil tersenyum”. (HR. Ahmad)

Demikianlah, seseorang yang bernama Abu Darda’ dalam hidupnya meniru prilaku Rasulullah yang satu ini. Dia selalu menghiasi bibirnya saat bertutur dengan sunggingan senyum. Tentu saja kita kita sebagai umatnya harus meniru prilaku Rasulullah ini. Kita biasakan tersenyum dalam keseharian kita. Dengan senyum yang senantiasa kita kembangkan, kita akan merasakan manfaat dan keajaiban yang tidak saja bagi diri kita, tetapi juga bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Manfaat dan Keajaiban Senyuman

  1. Senyum itu ibadah
  2. Keajaiban pertama dari sebuah senyuman adalah bahwa terkembangnya sebuah senyuman dari bibir kita itu merupakan ibadah. Artinya bahwa senyuman yang selalu mengembang dari bibir kita akan bernilai ibadah dan tentu akan mendapat pahala dari Allah. Dari sini kita mengetahui bahwa tersenyum tidak saja merupakan aktifitas fisik yang hanya bernilai fisik, tetapi juga aktifitas ruhani dan psikis sehingga wajar kalau kemudian mendapatkan limpahan balasan dari Allah. Bahkan senyuman juga dikategorikan sebagai sebuah sedekah sebagaimana sabda Rasul “sunggingan senyum dibibir kepada saudaramu adalah sadaqah”. Sungguh luar biasa, kita tidak perlu keluar biaya untuk mendapatkan kebaikan dari Allah. Kita juga tidak perlu repot untuk memberikan kebaikan kepada orang lain. Hanya dengan senyum tersungging di bibir kita telah mendapatkan kebaikan itu. Tentu saja sebuah senyuman yang ikhlas.
  3. Senyum pembawa berkah
  4. Berkah secara sederhana dapat dikatakan sebagai nilai kebaikan dan kebaikan itu terus berkembang dan menjadi lebih banyak. Artinya, satu kebaikan yang kita lakukan (misalnya tersenyum), dampak dari kebaikan itu akan terus berkembang dan menjadi semakin banyak lagi nilai kebaikannya. Senyum yang selalu menghiasi bibir kita tentu saja akan berkah karena kebaikan selalu mengiringi orang-orang yang tersenyum. Keberkahan itu dapat berupa kesuksesan yang tak terduga karena senyuman kita. Misalnya ketika menyelesaikan masalah antara kita dengan orang lain. Coba lakukan dengan tanpa senyum dan dengan wajah masam, tentu saja sulit terselesaikan masalahnya. Kemudian bandingkan dengan penyelesaian masalah yang selalu diiringi dengan senyum mengembang, pasti lain suasana dan hasilnya. Keberkahan lain barangkali dapat berupa keadaan hati yang tertentramkan. Hadapi orang-orang yang banyak masalah dengan senyuman tulus maka mereka akan merasa mendapat support atau dukungan. Gundah gulana hati yang risau akan akan damai. Hal ini yang dilakukan Putri Diana ketika menjabat tangan ODHA (orang-orang dengan hiv aids) yang dibarengi dengan senyuman. Dan keberkahan yang lain, yang hanya Anda yang tahu dan merasakannya bila melakukannya.
  5. Senyum itu menyehatkan
  6. Ya senyum itu menyehatkan. Di dalam senyuman yang tulus ada kegembiraan, suasana hati yang menyenangkan, rasa bahagia, optimis dan sebagainya. Berbeda dengan kemarahan dan ketakutan. Orang-orang yang marah didominasi oleh hormon noradrenalin. Demikian juga orang-orang yang penuh rasa takut akan dikuasi oleh hormon adrenalin. Kedua hormon ini sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Orang-orang yang tidak dapat mengontrolnya lebih beresiko kena penyakit jantung. Berbeda dengan orang bahagia dan gembira, mereka akan diselimuti hormon positif. Dan tentu saja dalam kesehariannya akan memandang segala sesuatu dari sudut positif. Dia selalu positif thinking terhadap segala yang ada disekitarnya. Maka ekspresinya adalah sunggingan senyum di bibir. Orang-orang seperti ini akan menjalani hidup dengan lebih bisa menikmati.
  7. Senyum itu indah
  8. Secara kasat mata dapat dibedakan dampak senyuman antara wajah yang jauh dari senyum dan wajah yang penuh senyuman. Dalam wajah yang selalu dihiasi dengan senyuman akan tampak lebih menarik dan berseri-seri. Menarik untuk diajak berbicara dan diskusi serta menyelesaikan masalah. Wajah yang berhias senyuman ikhlas akan memancarkan aura kepribadian hebat, cantik, menarik, dan hal-hal positif lainnya. Inilah yang kemudian disebut dengan inner beauty. Sekarang coba lihat wajah-wajah tanpa ekspresi senyum. Apakah mereka menarik? Tentu saja tidak. Yang terpancar dari wajah seperti ini adalah sifat angkuh, sombong, penyendiri, slit kerja sama dan sebagainya.

Demikian sekilas gambaran tentang miracle of smile atau keajaiban senyum yang dipersembahkan oleh Materi Dakwah Islam dan Kultum. Apa  yang tertuang dalam posting ini hanya sebagian. selengkapnya akan Anda rasakan dalam hidup setelah Anda mempraktekkanya. Semoga bermanfaat.

Sunday, 4 December 2011

5 Tips Menghadapi Penipuan Investasi

Kali ini kita berbagi cara dan tips islami. tips ini terkait penipuan dengan kedok investasi dana dan hal lain yang secara sekilas menguntungkan dan menggiurkan. Hal-hal tersebut banyak diinformasikan kepada masyarakat. Baik yang berupa investasi dengan menanamkan modal atau sekedar pepesan kosong akan ada pembagian uang Cuma-Cuma. Untuk yang terakhir misalnya, dulu ada “yayasan amalillah, yayasan ahlu sunnah wal jamaah (yamisa), yayasan merah putih”, dan yayasan yayasan lainnya yang katanya akan membagi uang gratis kepada masyarakat. Semuanya ternyata bohong.

Banyak kasus dengan kedok penanaman modal dan investasi yang terbukti bohong misalnya : PT Kisar, sarang burung walet, arisan motor, arisan lebaran, investasi dengan bunga menggiurkan, invesatsi untuk tanaman gingseng, dan sebagainya.

Tetapi masyarakat kita sangat mudah percaya dan larut dengan janji kosong yang diberikan. Padahal sudah banyak terjadi peristawa yang sama dan ujung-ujungnya adalah penipun. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa terdahulu? Tiap tahun selalu terjadi peristiwa yang sama dan selalu ada juga korbannya. Pertanyaannya adalah, apakah mereka bodoh sehingga mudah ditipu dan dibohongi. Ataukah mereka lemah iman sehingga tidak qana’ah terhadap rezeki pemberian Allah. Atau juga mereka ingin cepat kaya tanpa usaha dan kerja keras.

Tips Menghadapi penipuan dengan kedok investasi dan hal yang sekilas tampak menguntungkan, saya rasa perlu untuk diinformasikan kepada masyarakat. Hal ini disebabkan banyaknya penawaran bisnis atau investasi bohong yang sekilas menguntungkan kepada masyarakat. Karena keuntungan yang dijanjikan sangat besar dan menggiurkan maka banyak yang ikut menginvestasikan harta bendanya demi meraih keuntungan yang sangat besar dan cepat.

Setelah menginvestasikan seluruh uang yang dimilikinya ternyata keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung di dapat bahkan hilang entah kemana, alias kena tipu.

Tips dan cara islami untuk menghadapi hal atau penawaran investasi dan bisnis yang dijanjikan keuntungan sangat besar paling tidak ada lima. Kelima cara dan tips tersebut adalah :


1.        اِحْطِيَاطْ (kehati-hatian)
2.        تَبَيُّنْ (mencari tahu)
3.        اَلتَّعَلًّمُ بِالْوَقَائِعِ الْقَدِيْمَةِ (belajar dari sejarah)
4.        اَلْقَنَاعَة (mencari dan mendapatkan rizki secara wajar)
5.        Perbanyaklah do’a memohon perlindungan kepada Allah.


Hati-hati maskdunya adalah, kita tidak secara tergesa-gesa mengambil sikap untuk ikut investasi dan terpesona dengan janji yang diberikan.

Mencari tahu atau tabayyun maksudnya adalah kita menggali informasi yang sejelas-jelasnya sebelum menentukan langkah. Informasi bisa kita dapatkan melalui media massa atau bertanya kepada orang yang sangat ahli dan pakar.

Belajar dari sejarah maksudnya bukan seperti anak sekolah yang belajar sejarah Majapahit, akan tetapi kita berkaca dan mengabil pelajaran peristiwa terdahulu yang sering terjadi. Betapa telah banyak orang yang tertipu oleh usaha investasi yang ditawarkan dan tidak jelas. Masihkah belum cukup pelajaran tentang fakta penipuan berkedok investasi dan penanaman modal bersama.

Qana’ah maksudnya adalah kita menerima dengan ikhlas rizki karunia Allah sesuai dengan usaha kita. Kita tidak boleh thama’ (tamak) dengan rizki karunia Allah. Segala rizki yang diberikan Allah kepada kita mari kita terima dengan wajar melalui usaha yang wajar pula.

Sedangkan do’a agar kita tidak kena tipu dan dibodohi orang adalah :

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah aku mohon berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan, dari mecelakai atau dicelakai, menganiaya atau dianiaya dan dari membodohi atau dibodohi orang lain” (HR Abu Dawud)

Prinsipnya adalah, bila kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak wajar maka kita tidak boleh langsung percaya. Tetapi harus bertanya dan mencari tahu sejelas-jelasnya. Misalnya kita membeli motor, yang secara wajar harga Rp 16 000 000. Tetapi ada orang yang menjualnya dengan harga 5 atau 6 juta. Tentu hal ini sangatlah tidak wajar. Maka kita tidak boleh langsung percaya.

Pernah di daerah saya, Purbalingga-Jawa Tengah, ada ongkos naik haji (ONH) yang hanya 5 juta. Padahal ONH saat itu adalah 35 juta. Bagaimana mungkin bisa berangkat? Tentu hal ini tidaklah wajar. Dan sebagainya, masih banyak kasus terdahulu yang bisa dijadikan pelajaran dan diambil hikmah.

Harta benda kita sesungguhnya adalah milik Allah. Mari kita investasikan untuk kepentingan akhirat dengan menggunakannya di jalan Allah melalui zakat dan shadaqah, wakaf dan lain sebagainya.


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الاْأََرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَدَارُ الاْخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا أَفَلاَ تَعْقِلُونَ

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya? (Q.S. Yûsuf  : 108)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Q.S. Al-Hujurât : 6)

Semoga bermanfaat.

Saturday, 3 December 2011

Beberapa Pengertian dan Definisi Islam

Bagi sahabat Materi Dakwah Islam dan Kultum yang kesulitan mencari definisi atau pengertian, arti, macam-macam definisi mengenai Islam, dalam posting ini Anda akan mendapatkannya. Anda yang pelajar, mahasiswa, dosen, muballigh, penceramah atau masyarakat umum yang ingin menambah wawasan tengan pengertian Islam dapat dijumpai di sini. Silahkan digunakan sebagai referensi atau rujukan dalam hal-hal yang dilakukan sesuai dengan tugas dan kepentingan masing-masing.

Pengertian dan definisi serta arti Islam ini tentu sangat berguna. Sebab faktanya ada banyak orang yang tidak dapat menjelaskan apa itu Islam. Sangat ironis bukan? Sebagai pemeluk Islam tentu harus tahu, memahami dan sekaligus dapat mengamalkan ajarannya. jangan sampai ke-Islaman kita hanya karena bawaan lahir karena lahir dari rahim orang tua Islam.

Berikut ini adalah macam atau beberapa pengertian dan definisi Islam tersebut :

أن الإسلام هو دين الله الذي فطر الناس عليه جميعًا ، ومن انحرف عنه فقد حاد عن الصراط المستقيم فلا سعادة له ولا أمان إلا بالإسلام

“Islam adalah agama Allah yang Allah menetapkan fitrah Islam atas manusia seluruhnya. Barang siapa berpaling darinya maka dia menyimpang dari jalan yang lurus (shirathal mustaqim), tidak mendapatkan kebahagiaan sedikitpun (di akhirat). Dan tidak ada iman sedikitpun kecuali dengan beri-Islam.”

أن الإسلام هو الرسالة الخاتمة الخالدة
“Islam adalah risalah kenabian yang terkhir dan abadi”

ودين الاسلام هو دين الأولين والآخرين من النبيين والمرسلين وقوله تعالى : { ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه } عام في كل زمان ومكان

“Agama Islam adalah agama para nabi dan rasul sejak yang pertama hingga terakhir. (Sebagaimana firman Allah : " Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan di terima agama itu dari padanya, dan di akherat dia termasuk orang-orang yang merugi". ( Ali Imran : 85 )) yang berlaku untuk segala masa dan tempat”

أن الإسلام هو دين الله ، وهو الدين الحق ، وهو الدين الذي جاء به جميع الأنبياء والمرسلين ، وقد رتب الله الأجر العظيم في الدنيا والآخرة لمن آمن به ، وتوعد بالعذاب الشديد من كفر به

“Islam adalah agama Allah, agama yang benar. Agama yang dibawa seluruh nabi dan rasul. Dan Allah menetapkan pahala yang besar bagi orang yang mengimaninya, di dunia dan di akhirat”

الإسلام هو الدين الرباني الذي ختم الله به دعوات الرسل وهدايتهم للبشر وهو دين خالد باق إلى قيام الساعة

“Islam adalah agama ketuhanan yang dakwah para rasul diakhiri oleh Allah dengannya dan menjadi petunjuk bagi manusia. Islam adalah agama yang benar dan kekal hingga hari Kiamat”

Monday, 28 November 2011

Tips Jitu dan Cara Meredakan Marah

Tips jitu dan cara meredakan atau meredam marah perlu diketahui siapa saja termasuk pembaca setia Materi Dakwah Islam dan Kultum. Karena dengan mengetahui tips dan caranya akan meningkatkan kemampuan menahan marah yang manfaatnya sangat besar itu. Apalagi bila cara meredam dan meredakan marah itu dari Rasulullah (Nabi) Muhammad saw.

Ada tips dan cara jitu dalam meredakan dan meredam marah yang diberikan oleh Rasulullah, yaitu : ber-isti’adzah (berlindung) kepada Allah, berwudhu, diam dan menahan diri, duduk dan berbaring, serta berdo’a atau membaca do’a ketika marah.

Marah yang kita alami tentu ada penyebabnya. Dan di antara sebab-sebab marah adalah sebagai berikut :

1. bawaan atau fitrah, atau tabi’at
2. merasa tidak sebanding dengan orang lain, sombong dan tinggi hati
3. egois dan berlebihan mencintai diri sendiri serta ujub
4. perselisihan dan pertengkaran yang berlarut-larut seakan tanpa ujung
5. saling tuduh dan curiga serta berburuk sangka
6. saling merendahkan, mengejek, menghina dan majurhkan satu dengan yang lainnya.

Tips dan cara jitu dalam meredakan dan meredam marah yang disajikan oleh Materi Dakwah Islam dan Kultum adalah berdasarkan hadits Rasulullah saw :


1.  beristi’adzah kepada Allah

عنْ سُلَيْمانَ بْنِ صُرَدٍ رضي اللَّه عنهُ قال : كُنْتُ جالِساً مع النَّبِي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، ورجُلان يستَبَّانِ وأَحدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ وانْتفَخَتْ أودَاجهُ فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنِّي لأعلَمُ كَلِمةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عنْهُ ما يجِدُ ، لوْ قَالَ : أَعْوذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ذَهَبَ عنْهُ ما يجدُ . فقَالُوا لَهُ : إِنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : «تعوَّذْ بِاللهِ مِن الشَّيَطان الرَّجِيمِ »
Sulaiman bin Shurad ra. Berkata : aku duduk bersama Nabi saw saat ada dua orang saling mencaci  dan salah seorang memerah mukanya dan mengembang urat-urat lehernya. Maka Rasulullah bersabda : sungguh aku tahu satu kalimat yang sekiranya dibaca seseorang maka akan hilang apa yng dijumpainya. Sekiranya membaca اعوذ بالله من الشيطان الرجيم maka hilanglah apa yang dijumpainya. Maka mereka berkata kepadanya : sesungguhnya Nabi saw bersabda : berlindunglah kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (HR. Bukhari)

2. berwudlu

عَنْ عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تَطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ  فَلْيَتَوَضَّأْ
Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya marah adalah dari syaitan, syaitan diciptakan dari api, dan api padam dengan air. Maka jika satu di antaramu marah hendaklah berwudlu. (HR. Abu Dawud)

3. Diam dan menahan diri

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : عَلِّمُوا وَيَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا - قَالَهَا ثَلاَثًا - فَإِذَا غَضِبْتَ فَاسْكُتْ
Rasulullah saw bersabda : ajarlah, permudahlah dan jangan mempersulit (diucapkan 3 X). apabila engkau marah maka diamlah (HR. Dawud)

4. duduk dan berbaring

عن أبي ذر قال إن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قَالَ لَنَا ثُمَّ إِذَا   غَضِبَ أَحَدُكُمْ  وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ
Rasul bersabda : bila satu di antaramu marah saat berdiri maka duduklah maka lenyaplah marahnya. Dan jika tidak lenyap maka berbaringlah. (HR. Bukhari)

Sedangkan do’a yang perlu dibaca saat dan ketika marah adalah sebagai berikut :

اَللهَمَّ اذْهَبْ عَنِّيْ غَيْظَ قَلْبِيْ وَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَجِرْنِيْ مِنْ مَضَلاَتِ الْفِتَنِ ، أَسْأَلُكَ بِرِضَاكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ ، أَسْأَلُكَ جَنَّتَكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ نَارِكَ ، أَسْأَلُكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مَنَ الشَّرِّ كُلِّهِ ، اَللهُمَّ ثَبِّتْنِيْ عَلٰى الْهُدٰى وَالصَّوَابَ وَاجْعَلْنِيْ رَاضِيًا مَرْضِيًا غَيْرَ ضَالٍّ وَلاَ مُضَلٍّ
Artinya : “Ya Allah, hilangkan dariku hati yang suka marah dan ampunilah dosa-dosaku dan jauhkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan. Aku memohon kepada-Mu ridha-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu akan surga-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka-Mu. Aku memohon kepada-Mu akan segala kebaikan dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan dan kejahatan. Ya Allah, teguhkanlah aku dalam petunjuk dan kebenaran. Dan jadikanlah aku orang yang ridha akan (qadla dan qadar-Mu) dan diridhai (oleh-Mu)

Atau do’a yang lebih pendek :
للَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي وَآجِرْنِي مِنْ الشَّيْطَانِ
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku, dan jagalah aku dari godaan setan"
Demikian tips Jitu dan Cara Meredakan Marah, semoga bermanfaat.