Tuesday, 6 December 2011

9 Ciri-ciri dan Karakteristik Manusia Menurut Al-Quran

Sekarang kita  membahas ciri-ciri dan karakterisitik manusia menurut Islam ataupun al-Qur'an. Juga tidak ketinggalan sifat manusia. Pada kesempatan yang lain, mungkin kita bisa diskusi tentang tipe-tipe manusia, dan mengenal manusia secara lebih luas. Untuk saat ini kita fokus pada Ciri-ciri dan Karakteristik Manusia menurut Al-Qur'an.

Islam melalui Al-Qur’an memberi pengertian bahwa manusia adalah komunitas tunggal, anak cucu Adam (QS. Al-Baqarah : 213, Al-A'raf : 26-27). Dalam pandangan Islam manusia yang hidup sekarang adalah anak cucu dari dua orang tua yang sama, yaitu Adam dan Hawa. Dan bukan sebagai makhluk yang mengalami missing link dengan kera sebagaimana teori Charles darwin. Sebagai keturunan dan anak cucu Adam dan Hawa maka pastilah manusia mewarisi banyak sifat dari orang tua pertama yang sama itu. Sifat, watak dan prilaku, juga gena yang dimiliki kedua orang tua pertama kemudian secara turun temurun dan dari generasi ke genarasi yang kemudian menurun membentuk ciri-ciri dari manusia sekarang dan Adam – Hawa juga tentunya.


Secara umum, walau manusia berbeda suku bangsa, dipisahkan oleh batas geografis, adat istiadat dan budaya, bahasa, agama dan kepercayaan, kualitas intelektual dan sebagainya, tetapi manusia tetaplah manusia yang merupakan keturunan Adan dan Hawa. Perbedaan itu semua tidak menjadi serta merta membedakan mereka sebagai manusia. Ada ciri-ciri umum dan sekaligus karakteristik manusia yang sama yang terdapat pada setiap individu.


Banyak hal yang bisa didiskusikan mengenai manusia, baik yang bersifat jasmani ataupun rohani. Hal-hal yang terkait dengan manusia antara lain sifat, watak, prilaku, pikiran, sebagai makhluk sosial, karakter, jati diri, dan juga ciri-ciri manusia.


Pada posting sekarang ini, Materi Dakwah Islam dan Kultum mengangkat tema ciri-ciri dan karakteristik yang dimiliki manusia sebagai keturunan Adam dan Hawa. Artinya ciri-ciri yang sama antara Adam-Hawa dengan umat manusia pada umumnya. Ciri-ciri dan karakteristik  itu antara lain sebagai berikut:


1.      Keimanan akan adanya Allah. Keberadaan Adam dan Hawa di surga lalu melakukan pelanggaran atas larangan Allah, dan tobat mereka yang di-terima Allah hingga diturunkannya mereka ke bumi membuktikan bahwa Adam dan Hawa ber-iman kepada Allah. Keimanan kepada Allah meru-pakan ciri-ciri manusia yang diwariskan kepada kita melalui gena-gena berbarengan dengan ciri-ciri lainnya. Simak QS AI-A'raf : 23 dan  QS AI-A'raf : 172-173.
2.      Pengetahuan. Adam diberi anugerah pengetahuan oleh Allah sehingga praktis semua umat manusia memiliki potensi untuk memiliki dan mengem bangkan pengetahuan, dan dituntut untuk mencan oengetahuan dan mengajarkannya. Pada sejumlah orang potensi itu bersifat aktif, sedangkan pada orang-orang lain tertekan. Simak QS Al-Baqarah : 31-33.

3.      Ketergesa-gesaan dan keingintahuan. Adam dan Hawa melakukan eksperimen pertama dengan mendekati pohon terlarang dan memakan buah-nya. Barangkali ide itu timbul dari keingintahuan mereka apakah janji setan benar, bahwa jika me­reka makan buah pohon terlarang itu akan menjadi malaikat dan kekal. Mereka pun tergesa-gesa meng-iy akan rayuan setan dan melalaikan pesan Tuhan, hingga mereka menyadari kesalahan mereka dan malu, karena tiba-tiba bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka terlihat, Keingintahuan pada anak cucu Adam secara praktik mendorong mereka melakukan segala eksperimen dalam berbagai ma-cam bidang, sedangkan ketergesa-gesaan menye-babkannya ingin berjalan lebih cepat, dan memperoleh segala sesuatu lebih cepat, sebagai sisi positif keberhasuan-keberhasilanilmiah. Suatukebetulan yangmenarik, bahwa banyak eksperimen dilaku-kan para ilmuwan dengan tujuan tertentu, tetapi dalam banyak kasus menghasilkan hal yang ber-beda. Dan sejarah sains penuh dengan penemuan-penemuan yang tidak terduga semacam itu. Lihat QS Al-Anbiaya' : 37.

4.      Status. Adam diberi status sebagai khalif ah untuk 'menguasai' burni. Karena itulah praktis semua manusia tergoda dan tergila-gila mengejar status (kekuasaan). Keinginan mengejar status, kekuasa-an dan supremasi inilah yang sering menimbulkan gangguan stabilitas, baik dalam lingkup kepen-tingankehidupan berpribadi, bertetangga, bersuku, berbangsa dan bernegara. Renungkan QS AI-Baqarah : 30, QS Shad : 26, dan QS AI-An'am  : 165.

5.      Penguasaan energi. Manusia cenderungmenggali dan hingga batas tertentu mengeksploitasi energi alam semesta untuk memenuhi kebutuhan dan ketamakan hidup mereka. Salah satu perolehan ilmiah utama manusia adalah kemampuan untiik menguasai 'dan memanfaatkan berbagai energi, seperti hidrotermal, tenaga nuklir, tenaga surya, dan sebagainya.

6.      Kenikmatan. Adam dan Hawa diperintahkan Allah bertempat tinggal di surga dan menikmati segala macam makanan dan minuman yang tersedia di sana sesuka hau, kecuali mengkonsumsi makanan dari pohon terlarang. Adam dan Hawa diberi ke-hidupan ideal yang penuh kenikmatan. Banyak upaya ilmiah ditujukan untuk mendatangkan ke-nikmatanyang dikejar kepada manusia. Sebagian dari hasil temuan yang mendatangkan kenikmatan itu membawa manfaat, namun tidak sedikit hal-halyang dianggap mendatangkan kenikmatan itu membawa mudarat. Perhatikan QS Al-A'raf : 19 dan QSAI-Baqarah : 219.

7.      Panjang umur. Kematian adalah unsur yang meng-hantui manusia. Adam dan Hawa ingin melepaskan diri dari rasa takut akan kematian ini, dan ingin hidup selama-lamanya dengan memakan buah dari pohon keabadian'. Ketakutan akan kematian praktis dimiliki oleh semua umat manusia, dan kebanyakan dari manusia ingin menjalani kehidup-an selama mungkin. Kalau bisa seribu tahun! Se-bagian besar penelitian ilmiah tanpa disadari barangkali ditujukan untuk mendapatkan sarana-sarana meningkatkan rentang umur manusia. Banyak di antara kita mentaati perintah Tuhan karena ingin sekali berumur panjang dan memper-oleh kenikmatan selama-lamanya dalam surga. Sebagaimana disinyalir dalam QS AI-Baqarah : 96 dan QS AI-A'raf : 20.

8.      Pakaian dan rasa malu. Ketika melakukan pelang-garan, tersingkaplah kemaluan Adam dan Hawa, sehingga mereka berusaha mermtupi organ tubuh mereka dengan dedaunan. Barangkali karena adanya rasa malu inilah manusia mengenakan kain untuk menyembunyikan dan menutup bagian-bagian tubuh mereka yang sangat pribadi, di sam-ping adanya faktor lain, untuk menghias dan me-lindungi tubuh dari panas dan dingin. Simak penjelasan Allah dalam QS AI-A'raf : 22, 26-27.

9.     Tergoda. Adam dan Hawa tergoda setan memakan buah terlarang, kemudian insaf atas kesalahan mereka dan bertobat memohon ampun kepada Allah. Sebagian besar umat manusia terjerumus dalam perangkap setan, sehingga melanggar aturan Allah dan melakukan perbuatan dosa, tetapi cepat atau lambat, banyak di antara mereka lantas bertobat dan memohon ampunan-Nya. Gena-gena yang membawa warisan berbagai ciri tersebut di atas tampaknya bersifat aktif pada sejumlah orang dan/atau tertekan pada orang lain dengan kadar yang berbeda-beda. Perhatikan QS AI-Baqarah : 35-36 dan QS AI-lsra' :85.


Mari kita jaga kemanusiaan kita. Pertahankan kita sebagai makhluk Allah yang paling mulia. Manusia jasmani dan rohani. Bukan sekedar manusia fisik jasmani semata, melainkan juga sebagai makhluk rohani yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan. Membantah teori Charles Darwin, manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia, ya karena manusia itu sendiri. Kalau manusia keturunan kera, pastilah tidak disebut Allah sebagai fi ahsani taqwiim.

Sunday, 4 December 2011

5 Tips Menghadapi Penipuan Investasi

Kali ini kita berbagi cara dan tips islami. tips ini terkait penipuan dengan kedok investasi dana dan hal lain yang secara sekilas menguntungkan dan menggiurkan. Hal-hal tersebut banyak diinformasikan kepada masyarakat. Baik yang berupa investasi dengan menanamkan modal atau sekedar pepesan kosong akan ada pembagian uang Cuma-Cuma. Untuk yang terakhir misalnya, dulu ada “yayasan amalillah, yayasan ahlu sunnah wal jamaah (yamisa), yayasan merah putih”, dan yayasan yayasan lainnya yang katanya akan membagi uang gratis kepada masyarakat. Semuanya ternyata bohong.

Banyak kasus dengan kedok penanaman modal dan investasi yang terbukti bohong misalnya : PT Kisar, sarang burung walet, arisan motor, arisan lebaran, investasi dengan bunga menggiurkan, invesatsi untuk tanaman gingseng, dan sebagainya.

Tetapi masyarakat kita sangat mudah percaya dan larut dengan janji kosong yang diberikan. Padahal sudah banyak terjadi peristawa yang sama dan ujung-ujungnya adalah penipun. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa terdahulu? Tiap tahun selalu terjadi peristiwa yang sama dan selalu ada juga korbannya. Pertanyaannya adalah, apakah mereka bodoh sehingga mudah ditipu dan dibohongi. Ataukah mereka lemah iman sehingga tidak qana’ah terhadap rezeki pemberian Allah. Atau juga mereka ingin cepat kaya tanpa usaha dan kerja keras.

Tips Menghadapi penipuan dengan kedok investasi dan hal yang sekilas tampak menguntungkan, saya rasa perlu untuk diinformasikan kepada masyarakat. Hal ini disebabkan banyaknya penawaran bisnis atau investasi bohong yang sekilas menguntungkan kepada masyarakat. Karena keuntungan yang dijanjikan sangat besar dan menggiurkan maka banyak yang ikut menginvestasikan harta bendanya demi meraih keuntungan yang sangat besar dan cepat.

Setelah menginvestasikan seluruh uang yang dimilikinya ternyata keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung di dapat bahkan hilang entah kemana, alias kena tipu.

Tips dan cara islami untuk menghadapi hal atau penawaran investasi dan bisnis yang dijanjikan keuntungan sangat besar paling tidak ada lima. Kelima cara dan tips tersebut adalah :


1.        اِحْطِيَاطْ (kehati-hatian)
2.        تَبَيُّنْ (mencari tahu)
3.        اَلتَّعَلًّمُ بِالْوَقَائِعِ الْقَدِيْمَةِ (belajar dari sejarah)
4.        اَلْقَنَاعَة (mencari dan mendapatkan rizki secara wajar)
5.        Perbanyaklah do’a memohon perlindungan kepada Allah.


Hati-hati maskdunya adalah, kita tidak secara tergesa-gesa mengambil sikap untuk ikut investasi dan terpesona dengan janji yang diberikan.

Mencari tahu atau tabayyun maksudnya adalah kita menggali informasi yang sejelas-jelasnya sebelum menentukan langkah. Informasi bisa kita dapatkan melalui media massa atau bertanya kepada orang yang sangat ahli dan pakar.

Belajar dari sejarah maksudnya bukan seperti anak sekolah yang belajar sejarah Majapahit, akan tetapi kita berkaca dan mengabil pelajaran peristiwa terdahulu yang sering terjadi. Betapa telah banyak orang yang tertipu oleh usaha investasi yang ditawarkan dan tidak jelas. Masihkah belum cukup pelajaran tentang fakta penipuan berkedok investasi dan penanaman modal bersama.

Qana’ah maksudnya adalah kita menerima dengan ikhlas rizki karunia Allah sesuai dengan usaha kita. Kita tidak boleh thama’ (tamak) dengan rizki karunia Allah. Segala rizki yang diberikan Allah kepada kita mari kita terima dengan wajar melalui usaha yang wajar pula.

Sedangkan do’a agar kita tidak kena tipu dan dibodohi orang adalah :

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah aku mohon berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan, dari mecelakai atau dicelakai, menganiaya atau dianiaya dan dari membodohi atau dibodohi orang lain” (HR Abu Dawud)

Prinsipnya adalah, bila kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak wajar maka kita tidak boleh langsung percaya. Tetapi harus bertanya dan mencari tahu sejelas-jelasnya. Misalnya kita membeli motor, yang secara wajar harga Rp 16 000 000. Tetapi ada orang yang menjualnya dengan harga 5 atau 6 juta. Tentu hal ini sangatlah tidak wajar. Maka kita tidak boleh langsung percaya.

Pernah di daerah saya, Purbalingga-Jawa Tengah, ada ongkos naik haji (ONH) yang hanya 5 juta. Padahal ONH saat itu adalah 35 juta. Bagaimana mungkin bisa berangkat? Tentu hal ini tidaklah wajar. Dan sebagainya, masih banyak kasus terdahulu yang bisa dijadikan pelajaran dan diambil hikmah.

Harta benda kita sesungguhnya adalah milik Allah. Mari kita investasikan untuk kepentingan akhirat dengan menggunakannya di jalan Allah melalui zakat dan shadaqah, wakaf dan lain sebagainya.


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الاْأََرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَدَارُ الاْخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا أَفَلاَ تَعْقِلُونَ

“Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?” (Q.S. Yûsuf  : 108)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. Al-Hujurât : 6)

Semoga bermanfaat.

Saturday, 3 December 2011

Beberapa Pengertian dan Definisi Islam

Bagi sahabat Materi Dakwah Islam dan Kultum yang kesulitan mencari definisi atau pengertian, arti, macam-macam definisi mengenai Islam, dalam posting ini Anda akan mendapatkannya. Anda yang pelajar, mahasiswa, dosen, muballigh, penceramah atau masyarakat umum yang ingin menambah wawasan tengan pengertian Islam dapat dijumpai di sini. Silahkan digunakan sebagai referensi atau rujukan dalam hal-hal yang dilakukan sesuai dengan tugas dan kepentingan masing-masing.

Pengertian dan definisi serta arti Islam ini tentu sangat berguna. Sebab faktanya ada banyak orang yang tidak dapat menjelaskan apa itu Islam. Sangat ironis bukan? Sebagai pemeluk Islam tentu harus tahu, memahami dan sekaligus dapat mengamalkan ajarannya. jangan sampai ke-Islaman kita hanya karena bawaan lahir karena lahir dari rahim orang tua Islam.

Berikut ini adalah macam atau beberapa pengertian dan definisi Islam tersebut :

أن الإسلام هو دين الله الذي فطر الناس عليه جميعًا ، ومن انحرف عنه فقد حاد عن الصراط المستقيم فلا سعادة له ولا أمان إلا بالإسلام

“Islam adalah agama Allah yang Allah menetapkan fitrah Islam atas manusia seluruhnya. Barang siapa berpaling darinya maka dia menyimpang dari jalan yang lurus (shirathal mustaqim), tidak mendapatkan kebahagiaan sedikitpun (di akhirat). Dan tidak ada iman sedikitpun kecuali dengan beri-Islam.”

أن الإسلام هو الرسالة الخاتمة الخالدة
“Islam adalah risalah kenabian yang terkhir dan abadi”

ودين الاسلام هو دين الأولين والآخرين من النبيين والمرسلين وقوله تعالى : { ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه } عام في كل زمان ومكان

“Agama Islam adalah agama para nabi dan rasul sejak yang pertama hingga terakhir. (Sebagaimana firman Allah : " Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan di terima agama itu dari padanya, dan di akherat dia termasuk orang-orang yang merugi". ( Ali Imran : 85 )) yang berlaku untuk segala masa dan tempat”

أن الإسلام هو دين الله ، وهو الدين الحق ، وهو الدين الذي جاء به جميع الأنبياء والمرسلين ، وقد رتب الله الأجر العظيم في الدنيا والآخرة لمن آمن به ، وتوعد بالعذاب الشديد من كفر به

“Islam adalah agama Allah, agama yang benar. Agama yang dibawa seluruh nabi dan rasul. Dan Allah menetapkan pahala yang besar bagi orang yang mengimaninya, di dunia dan di akhirat”

الإسلام هو الدين الرباني الذي ختم الله به دعوات الرسل وهدايتهم للبشر وهو دين خالد باق إلى قيام الساعة

“Islam adalah agama ketuhanan yang dakwah para rasul diakhiri oleh Allah dengannya dan menjadi petunjuk bagi manusia. Islam adalah agama yang benar dan kekal hingga hari Kiamat”

Peran Politik Muslimah dalam Sejarah(Bag. 2)

Hak-hak Perempuan

Catatan ini merupakan lanjutan dari Peran Politik Muslimah dalam Sejarah (Bag. 1). Diungkapkan tentang perlakuan dominatif laki-laki terhadap perempuan. Perlakuan itu terus berlangsung sejak sebelum Islam hingga turunnya wahyu. Padahal keberadaan perempuan dalam ranah domentik maupun publik (politik) sangat jelas diakui dalam ayat-ayat diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. maupun Hadits.

Menerima dan mengakui hak-hak perempuan bagi masyarakat yang awalnya tidak memperhitungkan perempuan sama sekali, bukanlah sesuatu yang mudah. Sekalipun sudah dinyatakan beberapa ayat al-Qur’an, tetapi tidak mudah bagi sebagian laki-laki untuk menerima dan mengakui hak-hak tersebut. Umar ra saja, seperti yang diceritakannya sendiri (lihat: Rujukan Bukhari yang sama), masih merasa keberatan jika pandangannya dalam suatu hal dibantah atau diberi masukan isterinya. Karena itu, para perempuan harus siap berhadapan dan melakukan semacam tekanan agar hak-hak mereka benar-benar diakui masyarakat awal Islam pada saat itu. Isteri Umar ra, putrinya Hafsah dan juga Ummu Salamah ra perlu meyakinkan kepada Umar ra bahwa perempuan memiliki hak untuk berbicara di hadapan suaminya atau ayahnya.

Ketika kaum perempuan merasakan bahwa ayat-ayat al-Qur’an sering dipahami bias untuk laki-laki semata, mereka datang menuntut kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka menginginkan ketegasan pernyataan al-Qur’an mengenai posisi dan kiprah mereka. Dalam suatu hadits riwayat Imam at-Turmudzi, suatu saat Ummu Salamah ra bertanya: “Wahai Rasul, saya tidak mendengar sedikitpun Allah SWT membicarakan para perempuan yang berhijrah?” Kemudian Allah SWT menurunkan ayat:


فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

 “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan, (dan berfirman): bahwa Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan amal perbuatan kamu, baik dari laki-laki atau perempuan, yang satu terhadap yang lain. Mereka yang berhijrah, dikeluarkan dari rumah tempat tinggal mereka, disiksa karena mengikuti jalan-Ku, berperang dan terbunuh, mereka semua akan Aku hapuskan dosa-dosa mereka, dan akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan pada sisi Allah-lah, pahala yang yang baik” (QS. Ali Imran, 3: 195)

Dalam sejarah peperangan, baik yang terjadi pada masa pra Islam maupun pada masa penyebaran Islam, setiap perang, kaum perempuan selalu saja diposisikan pasif. Mereka berada di luar konflik. Jika kaumnya kalah, para perempuan diselewengkan ke dalam status tawanan perang, sementara kaum laki-lakinya dibunuh.

Bangsa Arab adalah suatu masyarakat dimana seseorang dibagi menjadi dua klasifikasi merdeka dan budak. Klasifikasi ini berlaku untuk dua jenis kelamin. Kedaulatan berkehendak dari seorang laki-laki merdeka tidak bisa dengan mudah dicabut. Sementara jika seorang perempuan, karena kekalahan militer kaumnya, dia akan menjadi harta rampasan.

Semua itu mereka lakukan semasa nabi SAW masih hidup. Tetapi para perempuan tidak tinggal diam terhadap cara-cara ini. Mereka bergegas menemui Nabi SAW di saat kaum laki-laki bersikeras menerapkan kebiasaan-kebiasaan jahiliyah. Ummu Kajja merupakan salah satu kasus dalam masalah ini. Dia adalah seorang perempuan anshar yang mengadu kepada rasulullah SAW “Suami saya meninggal, dan mereka menghalangi saya untuk mendapatkan warisan”. Ummu Kajja memiliki 5 putri yang secara menyeluruh terhalangi untuk mendapatkan waris kaum laki-laki dari keluarga, pada saat itu hanya laki-laki yang mewarisi. Ummu Kajja bukan satu-satunya perempuan yang datang menuntut penerapan hukum baru tentang hak waris perempuan, ada juga Kubaysha bin Ma’an. Karena tuntutan politis merekalah maka turun ayat yang menerangkan tentang hak waris perempuan, baik itu istri, anak perempuan, atau ibu.

Contoh lain misalnya pada perang Hunain, dimana Islam telah meniadi pemenang. Kaum perempuan juga telah mengajukan tuntutan-tuntutan politisnya tentang perang dan harta rampasan perang. Dan sejak saat itu, turun ayat yang menyatakan bahwa ketakwaan merupakan satu-satunya ukuran bagi tingkatan dalam hirarki ajaran agama Islam.

Sampai di sini, suara-suara yang tergambar dalam sejarah Islam sesungguhnya dapat juga menjadi referensi bahwa tuntutan kaum perempuan, dari ruang domestik dan dalam rangka memperjuangkan hak hidup mereka adalah bentuk shahih dari makna politik yang memang seharusnya tidak dipisah-pisahkan lagi. Suara-suara perempuan yang secara tidak langsung juga direspon melalui ayat-ayat yang diturunkan Allah adalah bagian penting bahwa setiap individu memiliki hak politik dan hak berdaulat. Bahkan karena adat jahiliyah yang diskriminatif terhadap hak perempuan jugalah yang membuat para perempuan muslim merasa perlu meminta revisi dan Allah merespon itu dengan cepat lewat perkatannya nabinya. ]

Peran Politik Muslimah dalam Sejarah(Bag. 1)

Dalam perkembangan sejarah dari waktu ke waktu, selalu ada catatan menarik tentang peran politik muslimah di tengah-tengah dominasi laki-laki muslim. Tidak hanya pada masa sekarang, pada zaman awal Islam pun sudah ada politisi muslimah yang tercatat dalam catatan sejarah politik muslimah. Materi Dakwah Islam dan Kultum menyajikannya dalam dua tahap posting menyangkut Peran Politik Muslimah dalam Sejarah. Dan posting yang Anda baca ini adalah bagian pertama.

Aisyah mungkin sebagi contoh politisi muslimah yang masuk dalam catatan sejarah politik perempuan muslimah. Dia sempat menjadi pemimpin perang melawan kubu Ali bin abi Thalib karena mempersoalkan kekhalifahan Ali.
 
Sebagian penulis sejarah Islam menuturkan bahwa Allah menghendaki untuk menjadikan pengalaman Aisyah dalam tragedi perang Jamalnya sebagai pelajaran bagi ummat Islam. Perang unta dianggap merupakan cambuk dalam sejarah umat Islam. Kenangan tentang Aisyah terus saja tertanam hingga pada masa kita sekarang. Seolah-olah kenangan tersebut tidak henti-hentinya ingin mengatakan pada ummat Islam; lihatlah bagaimana usaha keras tersebut telah gagal sejak awal dari sejarah kita! Kita tidak harus mengulanginya secara sia-sia. Kita tidak harus menumpahkan darah lagi dan menghancurkan rumah-rumah baru.

Al Afghani dalam bukunya yang berjudul Aisyah wa al Siyasa, menulis secara lengkap tentang biografi Aisyah dan mencoba memberikan nasehat bagi generasi mendatang tentang keberadaan perempuan dalam politik praktis. Buku tersebut sangat laris hingga harus dicetak ulang pada tahun 1971 di Beirut.
Pertanyaannya kemudian, benarkah Aisyah menjadi titik awal terpuruknya peran perempuan di wilayah politik dan publik? Benarkah suara Aisyah adalah aib bagi sejarah Islam? Bukankah suara Aisyah justru cermin bahwa setiap individu dapat melakukan tindakan politiknya? Bukankah menentang khalifah, menarik sekelompok orang untuk membangkang dan terjun ke dalam perang merupakan keterlibatan yang biasa dalam kehidupan politik?

Nabi SAW wafat di Madinah pada hari senin, 8 Juni 632 M, ketika Aisyah baru berusia 18 tahun. Dan pada usia 42 tahun, Aisyah terjun ke kancah pertempuran sebagai pimpinan sebuah pasukan yang menentang keabsahan khalifah keempat, Ali Bin Abi Thalib. Peperangan ini terjadi di Basrah pada 4 Desember 656 M.

Sesungguhnya Aisyah telah memainkan peranan kunci dalam kehidupan dua khalifah yang pertama, dan dia memberikan andil dalam mengguncang khalifah ketiga, Ustman, dengan menolak membantunya ketika ia dikepung oleh para pemberontak di rumahnya sendiri. Aisyah meninggalkan Madinah ketika kota tersebut berada di ujung tanduk perang saudara untuk melakukan ibadah haji ke Mekkah, sekalipun banyak protes dari para pemuka keluarga atau kelompoknya. Demikian juga terhadap Ali, khalifah keempat, dia telah memberikan andil yang besar bagi kejatuhannya dengan memimpin pasukan pemberontak yang menentang keabsahannya. Para sejarahwan menyebut pertempuran ini dengan ‘Perang Unta” merujuk pada unta yang dikendarai oleh Aisyah. Dengan sebutan perang Jamal (dalam bahasa Indonesia artinya unta), menurut Fatima Mernissi, seorang feminis muslimah asal Maroko, yang dituju sesungguhnya adalah terhapusnya nama seorang pemimpin wanita Islam dari ingatan para gadis kecil muslim di kemudian hari. Karena yang diingat adalah hanya unta yang dinaiki Aisyah. Meskipun demikian, tetap saja hal itu tidak bisa menghapus Aisyah dari sejarah Islam. Apalagi menghapus bahwa sesungguhnya perempuan pernah muncul dalam kancah politik praktis.

Sebagai bagian dari perkataan nabi, hadits seringkali masih dianggap sebagai bagian dari teks suci, dan kisah tentang keterlibatan Aisyah salah satunya termaktub dalam periwayatan hadits. Dan dari hadits pula selalu disimpulkan adalah bahwa mutlak perlu mencegah perempuan dari politik praktis. Fatalnya kasus gagalnya Aisyah dalam Perang Unta selalu dijadikan pegangan, yaitu contoh dari Allah tentang ketidakbolehan perempuan terjun ke dalam politik praktis. Masih menurut Al Afghani dalam Aisyah wa al Siyasa, Aisyah justru menjadi bukti tidak diperbolehkannya peran serta kaum perempuan dalam memegang kekuasaan. Aisyah membuktikan hidupnya di depan politik. Bagi Al Afghani, darah kaum muslimin telah tumpah. Ribuan sahabat SAW terbunuh, para ulama, pahlawan dari berbagai kemenangan Islam, para pemimpin terkemuka telah kehilangan nyawanya. Semua itu akibat campur tangan Aisyah dalam politik. Aisyah dianggap bertanggungjawab terhadap pertumpahan darah pada Perang Unta, yang menyebabkan terpecahnya dunia muslim menjadi dua fraksi Suni dan Shi’i.

Namun bagi Fatima Mernissi, argumen Al Afghani tidak bias diterima begitu saja, sebab berdasarkan penelitiannya juga dari beberapa teks, perseteruan Aisyah melawan Ali karena dia mempertahankan prinsip yang dicontohkan Rasulullah. Maka jihad politik Aisyah bukanlah sebagai aib bagi sejarah politik Islam.

Dalam sebagian besar tulisan sejarah Islam pula, makna politik sering dimaknai hanya pada konteks politik praktis, padahal sesungguhnya makna politik dapat lebih luas dari itu. Sejarah Islam memang sarat dengan cerita jatuh atau tumbangnya sebuah kekuasaan, atau dari perang ke perang, maka memang tidak heran bahwa jika muncul tokoh perempuan di dalamnya meniscayakan bahwa peran politik memang hanya sebatas itu.

Masih dalam masalah mengkritisi tulisan sejarah (terutama sejarah Islam) baik yang didapat dari kitab tarikh maupun tafsir dan hadits, dimana di dalam tulisan-tulisan tersebut peranan perempuan (terutama pada masa pra Islam) sering dituliskan hanya sebagai pembakar semangat kaum laki-laki untuk bertempur sampai titik akhir, untuk tidak melarikan diri, dan untuk berani mati di medan laga. Peranan yang sesungguhnya sangat erat dengan citra (stereotype) seorang perempuan yang memang bertugas sebagai perawat yang mengobati luka-luka dan mengubur mereka yang sekarat.

Contoh-contohnya misalnya dapat dilihat dari kisah tentang seorang perempuan yang bernama Hindun. Diriwayatkan di beberapa kitab tafsir bahwa ada seorang perempuan bernama Hindun yang senang menyanyikan nyanyian di masa-masa perang. Dari sini saja dapat dilihat bahwa kisah Hindun dalam tafsir tersebut semakin memperjelas citra perempuan yang seolah hanya sebagai pemberi semangat untuk berani mati kepada kaum laki-laki yang berperang. Tidak justru memberikan gambaran bahwa perempuannya sesungguhnya dapat juga berlaku seperti laki-laki secara umum, berani menghadapi kematian dalam perang. Hanya Tafsir Al-Thabari sajalah yang menyertakan kisah seorang perempuan yang bernama Ummu Salamah. Di dalamnya dikisahkan bahwa ada seorang perempuan bernama Ummu Salamah yang telah berani menggugat keberadaan perempuan dalam Al-qur’an. Pada suatu hari Ummu Salamah mengajukan masalah-masalah politis yang hanya bisa dilakukan perempuan dewasa atau laki-laki, lalu dia bertanya kepada Rasulullah “Mengapa kaum laki-laki selalu disebut-sebut dalam al-Qur’an dan mengapa kami (perempuan) tidak disebutkan?” Mendengar pertanyaan Ummu Salamah tadi, Nabi tidak segera menjawab karena menunggu wahyu dari Allah. Lalu pada suatu waktu, ketika dia menyisir rambutnya dengan tenang karena penasaran pertanyaannya belum dijawab Rasulullah, dia mendengar Nabi membaca sebuah ayat dari dalam masjid “Wahai manusia! Allah berfirman dalam kitab-Nya “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, dst”, dan Nabi terus menerus membaca rangkaian ayat ini sampai pada bagian terakhir dari ayat ini yang menyatakan “Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.

Kiranya karena sebab pertanyaan dari Ummu Salamah yang hendak mendapatkan hak politiknyalah, perempuan mendapatkan hak perlakuan yang sama di mata Allah yang secara jelas tertera dalam teks al-Qur’an. Ayat tersebut dapat dikatakan sebagai ayat yang revolusioner di masa itu karena dengan jelas dikatakan laki-laki dan perempuan sama-sama mendapatkan hak dan pahala dari apa yang dikerjakannya. Sedangkan pada masa Nabi, kaum jahiliyah masih sering membedakan antara hak laki-laki dan perempuan.

Banyak tanda-tanda yang menyebabkan orang meyakini bahwa pertanyaan yang diajukan di atas mewakili suatu gerakan protes yang sesungguhnya datang dari kaum perempuan. Jadi pertanyaan Ummu Salamah, merupakan akibat desakan politis dan bukan suatu spontanitas dari istri Nabi yang tercinta. Hak politik adalah hak dimana setiap individu berhak menjadi subyek atas suatu kehendak bebas yang selalu hadir. Suatu kesadaran diri yang tidak bisa lenyap sepanjang dia masih hidup.

Dalam suatu riwayat lain, Umar bin Khattab ra pernah berkata: “Dulu kami pada masa Jahiliyah sama sekali tidak memperhitungkan kaum perempuan, kemudian ketika datang Islam dan Allah SWT menyebutkan mereka di dalam kitab-Nya, kami tahu bahwa mereka juga memiliki hak terhadap kami”.

berlanjut ke bagian kedua.

Friday, 2 December 2011

Data Hisab dan Astronomi 1433 H

Data hisab dan peristiwa astronomi 1433 H atau 2011-2012 disajikan oleh Materi Dakwah Islam dan Kultum. Data ini didasarkan pada hasil hisab Muhammadiyah. Selama ini Muhammadiyah tetap konsisten dengan sistem Hisab Haqiqi Wujudul Hilal dengan kriteria tertentu. Dan selama ini pula sangat akurat hasilnya sehingga layak untuk dipedomani oleh bangsa Indonesia.

Yang menjadi kelebihan Sistem Hisab (Muhammadiyah) adalah adanya kepastian waktu. Sederhananya, kapan sebuah bulan diawali dan kapan harus diakhiri sangat jelas dapat diketahui publik jauh-jauh hari sebelumnya. Dan termasuk kapan harus berpuasa dan berlebaran juga sangat jelas. Dalam kontek ini tentu sangat memudahkan (dalam kontek kepentingan umum yang lebih luas). Coba kalau menggunakan sistem rukyat, maka selamanya tidak akan pernah ada kepastian waktu.

Kelemahan rukyat adalah tidak dapat memberikan kepastian waktu. Kapan sebuah bulan diawali dan diakhiri tidak ada kepastian sebelum diadakan "ritual melihat bulan". Konsekuensi dari sistem ini adalah, seharusnya kalender dibuat bulanan bukan tahunan. Artinya, kita mencetak kalender perbulan dan itupun dilakukan setelah melihat hilal. Betapa repot dan sulitnya.

Secara sekilas mungkin tidak repot dan sulit karena hanya melihat bulan. Bila berhasil melihat bulan maka esoknya masuk tanggal satu bulan berikutnya. Dan Bila gagal, maka bulan sekarang digenapkan 30 hari. Tetapi bila dikaitkan dengan kontek kehidupan yang lebih luas tentu sistem rukyat yang dipakai oleh sebagian umat Islam akan sangat menyulitkan.Untungnya, Indonesia tidak menggunakan kalender Hijriyah untuk keperluan dan hajat hidup keseharian bernegara. Bila digunakan kalender Hijriyah dalam kehidupan bernegara dengan sistem rukyat ini, pastilah terjadi kekacauan yang teramat sangat. Misalnya dalam kontek militer, tanggal berapa harus menyerang musuh. Bila ditetapkan tanggal 5 Syawwal, maka 5 Syawwal yang mana dan kapan? Pastilah menunggu rukyat dulu. Demikian juga dalam kontek bisnis dan sebagainya.

Jadi, sistem hisab haqiqi (Muhammadiyah) dengan peritungan detail akan lebih memberikan kepastian. Kemudahan dan mempermudah pelaksanaan syari'at dalam kontek lebih luas harus diutamakan. Karena memang mempermudah dan larangan mempersulit adalah prinsi beragama. Sebagaimana Firman Allah :

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ 


“Allah menghendaki bagimu kemudahan dan tidak menhendaki bagimu kesulitan” (QS. Al-Baqarah : 185)

Berikut ini adalah data hisab dan peristiwa astronomi 1433 H yang didsarkan Hasil Hisab Muhammadiyah.


Muharram
Ijtima’ : Jum’at, 25 November 2011 M pk. 13:11:04 WIB
Tinggi hilal : +01o34’ 10” (hilal sudah wujud).
1 Muharram 1433 H: Sabtu Pon, 26 Nopember 2011 M

Peristiwa penting:
Gerhana Matahari Total
Sabtu, 15 Muharram 1433 H (10 Desember 2011 M)
Mulai gerhana pk. 19:45 WIB
Tengah gerhana total pk. 21:06 WIB
Tengah puncak gerhana total pk. 21:32 WIB
Akhir gerhana pk. 23:18 WIB
Gerhana dapat disaksikan di seluruh wiayah Indonesia

Shafar
Ijtima’: Ahad Pahing, 25 Drsember 2011 M pk. 01:07:44 WIB
Tinggi hilal: +07o 10’ 28’’ (hilal sudah wujud)
1 shafar 1433 H: Senin Pon, 26 Desember 2011 M

Rabi’ul Awwal
Ijtima’: Senin Legi, 23 Januari 2012 M pk. 14:40:36 WIB
Tinggi hilal: -00o 48’ 22” (hilal sudah wujud)
1 Rabi’ul Awwal 1433 H: Rabu Pon, 25 Januari 2012 M

Rabi’ul Akhir
Ijtima’: Rabu Legi, 22 Februari 2012 M pk. 05:35:57 WIB
Tinggi hilal: +01o 40’ 55’’ (hilal sudah wujud)
1 Rabi’ul Akhir 1433 H: Kamis Pahing, 23 Februari 2012 M

Jumadal Ula
Ijtima’: Kamis Kliwon, 22 Maret 2012 M pk. 21:38:34 WIB
Tinggi hilal: -04o 51’ 17’’ (hilal belum wujud)
1 Jumadal Ula 1433 H: Sabtu Pahing, 24 Maret 2012 M


Jumadats Tsaniyah
Ijtima’: Sabtu Kliwon, 21 April 2012 M pk. 14:19:55 WIB
Tinggi hilal: -00o 55’ 01’’ (hilal belum wujud)
1 Jumadats Tsaniyah 1433 H: Senin Pahing, 23 April 2012 M

Peristiwa Penting:
Gerhana Matahari Cincin
Senin, 29 Jumadats Tsaniyah 1433 H (21 Mei 2012 M)
Mulai gerhana pk. 03:55:58 WIB
Tengah puncak gerhana pk. 06:52:38 WIB
Akhir Gerhana pk. 09:49:14 WIB

Gerhana sebagian dapat disaksikan di kawasan Papua dan Maluku pada pagi hari

Rajab
Ijtima’: Senin Kliwon, 21 Mei 2012 M pk. 06:48:32 WIB
Tinggi hilal: +03o 04’ 22’’ (hilal sudah wujud)
1 Rajab 1433 H: Selasa Legi, 22 Mei 2012 M

Peristiwa penting:
Gerhana Bulan Sebagian
Senin, 14 Rajab 1433H / 4 Juni 2012)
Mulai gerhana penumbral pk. 15:46 WIB
Mulai gerhana sebagian pk. 16:59 WIB
Tengah/puncak gerhana pk. 18:03 WIB
Akhir gerhana sebagian pk. 19:07 WIB
Akhir gerhana penumbral pl. 20:20 WIB

Gerhana dapat disaksikan diseluruh wilayah Indonesia setelah matahari terbenam

Matahari di atas Ka’bah:
Ahad, 6 Rajab 1433 H / 27 Mei 2012 M pk. 16:18 WIB

Sya’ban
Ijtima’: Selasa Wage, 19 Juni 2012 M pk. 22:03:33 WIB
Tinggi hilal: -02o 45’ 30’’ (hilal belum wujud)
1 Sya’ban 1433 H: Kamis Legi, 21 Juni 2012 M

Peristiwa penting:
Matahari di atas Ka’bah
Ahad 25 Sya’ban 1433 H / Sabtu 15 Juli 2012 M pk. 16:27 WIB

Ramdhan
Ijtima’: Kamis Wage, 19 Juli 2012 M pk. 11:25:24 WIB
Tinggi hilal: +01o 38’ 40’’ (hilal sudah wujud)
1 Ramadlan 1433 H: Jum’at Kliwon, 20 Juli 2012 M

Syawwal
Ijtima’: Jum’at Pon, 17 Agustus 2012 M pk. 22:55:50 WIB
Tinggi hilal: -04o 37’ 51’’ (hilal belum wujud)
1 Syawwal 1433 H: Ahad Kliwon, 19 Agustus 2012 M


Dzulqa’idah
Ijtima’: Ahad Pon, 16 September 2012 M pk. 09:12:03 WIB
Tinggi hilal: +02o 03’ 40’’ (hilal sudah wujud)
1 Dzulqa’idah 1433 H: Senin Wage, 17 September 2012 M

Dzulhijjah
Ijtima’: Senin Pahing, 15 Oktober 2012 M pk. 19:03:56 WIB
Tinggi hilal: -02o 32’ 36’’ (hilal belum wujud)
1 Dzulhijjah 1433 H: Rabu Wage, 17 Oktober 2012 M

Peristiwa penting:
Gerhana Matahari Total
Rabu, 29 Dzulhijjah 1433 H / 14 Nopember 2012 M
Mulai gerhana sebagian pk. 02:37:50 WIB
Mulai gerhana total pk 03:35:00 WIB
Tengah / puncak gerhana pk. 05:11:40 WIB
Akhir gerhana sebagian pk. 07:45:26 WIB

Semoga bermanfaat dan dapat dipedomani.

Harapan Kepada Pimpinan KPK yang Baru

Harapan yang tinggi diberikan kepada para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ya harapan yang kelewat tinggi, yaitu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat memberantas korupsi di semua lembaga dan departemen serta instansi. Mereka diharapkan menjadi pendekar anti korupsi, mujahid atau pejuang yang memerangi korupsi dan berani memimpin hijrah bangsa Indonesia menuju negara nir korupsi atau bebas korupsi. Dan juga mereka mempunyai strategi tepat, pasukan hebat, dan amunisi berlipat dalam memerangi korupsi.

Kenapa harapan sangat besar dititipkan kepada mereka? Karena – meminjam istilah Mochammad Jasin – kondisi korupsi di Indonesia sangat kronis dari waktu ke waktu. Kenapa bisa demikian, tentu hal ini disebabkan sistem penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia masih belum berorientasi secara maksimal pada pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), apalagi sampai clean governance. Jadi kemudian menjadi sangat wajar dan tidak mengherankan bila Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang didasarkan survey Transparansi Internasional, mendapatkan indeks pada kisaran angka 2 dari tahun 2004 hingga tahun 2007. Nilai tersebut menempatkan Indonesia pada urutan atau ranking negara korupsi ke 137 dari 159 negara tersurvei. Sedangkan untuk tahun ini (2011), IPK Indonesia adalah 3 dan menempati peringkat atau ranking 100.

Kenapa bisa sedemikian rendah indeks korupsi di Indonesia? Jawabannya tidaklah sulit. Rendahnya IPK Indonesia dikarenakan oleh adanya praktek korupsi dalam urusan layanan pada bidang bisnis, pajak, pengadaan barang dan jasa pemerintah, proses pengeluaran dan pemasukan barang di pelabuhan, pungutan liar oleh polisi, imigrasi, tenaga kerja, dan proses pembayaran termin proyek dari KPKN (Kantor Perbendaharaan Kas Negara) dan sebagainya.

Tahukah Anda berapa uang negara yang dikorupsi oleh para koruptor? Menurut Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) selama 7 tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menghasilkan catatan bahwa telah terjadi penyimpangan anggaran sebesar Rp103,19 triliun. Hal ini sesuai dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berarti uang negara yang hilang karena dikorupsi adalah 103,19 trilyun.

Sementara  itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Maret 2009, jumlah miskin penduduk Indonesia adalah : kota = 11.910.000,5 dan desa = 20.619.000,4. Kalau dijumlahkan sama dengan 32.530.000 orang. bila dipersentae dengan keseluruhan penduduk Indonesia yang miskin adalah 14,15%. Bila uang 103,19 trilyun dibagikan kepada penduduk miskin, maka masing-masing orang akan menerima Rp 3172148,785736243. Sungguh lumayan buat mereka yang miskin.

Empat dari delapan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah berhasil dipilih. Mereka dipilih melalui voting di Komisi III DPR RI. Empat pimpinan KPK yang terpilih itu adalah : Bambang Widjajanto, Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnin. Mereka berempat ditambah Busyro Muqqodas, akan dipilih untuk menjadi ketua KPK untuk periode 2011-2015.

Dan dalam proses selanjutnya, dilakukan pemilihan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2011-2015. Dari kelima nama pimpinan KPK hasil pilihan di Komisi III dan Busyro Muqoddas, terpilihlah Nama Abraham Samad sebagai Ketua KPK yang baru. Dan otomatis yang lain menjadi wakil ketua.

Harapan saya (mungkin juga yang lain) terhadap pimpinan KPK yang baru dalam perang melawan korupsi adalah :


·         Mereka sungguh-sungguh dan berketapan hati memerangi korupsi. Saat ini korupsi adalah musuh nomor satu negara Indonesia. Maka mereka harus mampu dan berani menjadi panglima dan hulubalang melawan para koruptor. Sebagaimana firman Allah

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”(QS Ali Imran : 159)
Atau seperti pepatah :
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
“siapa yang sungguh-sungguh, maka dia berhasil”

·         Mereka harus memimpin bangsa Indonesia berhijrah. Berhijrah menuju satu keadaan nir korupsi, penuh kejujuran, akuntable, dan amanah. Dengan semangat hijrah, berarti mereka memimpin bangsa ini untuk meninggalkan kejahatan korupsi. Senagaimana pengertian dan definisi hijrah yang dikemukakan oleh Ali bin Naif as-Suhud :
اَلْهِجْرَةُ هِيَ تَرْكُ الْمَعَاصِي
“Hijrah adalah meninggalkan kejahatan”

Akhirnya semoga bermanfaat dan memperoleh kemenangan dalam pertempuran melawan korupsi.